Rapat Kerja Forum MWA PTNBH Indonesia 2025 Bahas Kemandirian dan Transformasi Perguruan Tinggi untuk Daya Saing Global

Padang, 6-8 November 2025 — Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Indonesia berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) dengan tema “Transformasi PTNBH Berdampak: Kemandirian Pembiayaan, Endowment Fund, ASN, dan Rumah Sakit Pendidikan untuk Daya Saing Global.” Delegasi MWA UNY diwakili oleh Ketua MWA Prof. Suyanto, Ph.D., Sekretaris MWA Prof. Dr. Suranto, M.Pd., M.Si., Anggota MWA Prof. Dr. Achmad Dardiri, M.Hum., Dr. Sudarmaji, M.Pd., Dr. Rizka, S.H., M.Pd, Amirul Mukmin, dan Staf Ahli Kesekretariatan MWA Happri Novriza Setya Dhewantoro, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Ketua MWA UNP Prof. Dr. Z. Marwadi Effendi, M.Pd., Rektor UNP Ir. Krismandinata, S.T., M.T., Ph.D., serta Ketua Forum MWA PTNBH Indonesia Prof. Mohammad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D., yang secara resmi membuka kegiatan. Sesi materi pertama menghadirkan Staf Ahli Kementerian Keuangan RI, Bapak Sudarto, S.E., M.B.A., M.Kom., Ph.D., yang memaparkan “Akselerasi Penerimaan PTNBH melalui Optimalisasi Aset, Dana Lestari, dan Kemitraan Global.” Ia menekankan pentingnya fleksibilitas pengelolaan keuangan PTNBH dan dukungan APBN untuk memperkuat kemandirian universitas. Materi kedua disampaikan oleh Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI mengenai “Transformasi Berkelanjutan PTNBH Berdampak.”

Diskusi berkembang hangat dengan sejumlah usulan terkait kesejahteraan dosen, akses dana abadi, dan pajak pendidikan. Kementerian Keuangan menegaskan dukungan terhadap pengembangan PTNBH melalui beasiswa LPDP dan kebijakan fiskal yang pro-pendidikan. Pada sesi siang, tiga materi utama disampaikan oleh pejabat kementerian dan akademisi nasional. Deputi SDM Kementerian PANRB Aba Subagja membahas peran ASN dalam reformasi birokrasi, disusul paparan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengenai “Endowment Fund dan Kemandirian Rumah Sakit Pendidikan PTNBH.” Materi kelima dibawakan langsung oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., tentang “Otonomi Non-Akademik untuk Peningkatan Pendapatan PTNBH.”

Prof. Nizam menegaskan bahwa PTNBH bukan bentuk privatisasi, melainkan penguatan otonomi untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan inklusif. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan dana abadi perguruan tinggi agar dapat bersaing di tingkat global. Sesi Best Practice menampilkan strategi pendanaan dan inovasi dari IPB dan ITB. Prof. Hardiansyah (IPB) menjabarkan keberhasilan peningkatan aset melalui kerja sama bisnis, sedangkan Ir. Hary Devianto, Ph.D. (ITB) menjelaskan peran Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari dalam membangun kemandirian finansial kampus.

Acara ditutup pukul 17.30 WIB dengan pembacaan kesimpulan dan perumusan hasil rapat oleh Sekretaris Forum MWA PTNBH, Prof. Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil., serta penyerahan plakat apresiasi kepada UNP sebagai tuan rumah oleh Ketua Forum MWA PTNBH Indonesia, Prof. Mohammad Nasir. Rapat kerja ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola, pendanaan berkelanjutan, dan inovasi PTNBH menuju perguruan tinggi berdaya saing global.

 

Penulis : Amirul Mukmin

Editor : Happri Novriza Setya D.

Tags